“Kak,
begitu juga dengan kehidupan. Jika inginnya kita bersatu tapi kalau yang diatas
tak mengizinkan maka kita tak akan bersatu” kata gadis
kecil itu.
Percakapan itu saat
diriku berlindung dibalik payung biru kecil dan ingin berjalan disampingnya
tapi terhalang payung abu-abunya yang besar. Dibawah rintikan hujan di langit
gelap yang bintang pun tak bisa terlihat karena tertutupi awan hitam. Saat gadis
kecil itu berkata demikian, diriku hanya bisa tersenyum.
Gadis kecil ini hanya
beda setahun dibawah usiaku. Tapi, tubuhnya kecil seperti anak usia SMP.
Kecil-kecil tapi
dirinya sangat suka berkata-kata yang bahkan dirinya belum mengerti. Sampai-sampai
salah diksi sering terjadi. Saya sadar, dirinya seperti itu karna dirinya
pernah bercerita padaku. Katanya, dia juga tak suka orang yang manja keculi
dirinya karna dia jarang bermanja-manja.
Saya tak bisa menulis
banyak tentangnya, hanya saja saya tertarik dengan prawakannya. Gadis kecil
yang beranjak dewasa. Senang rasanya bisa mengenal dirinya. Setiap individu
punya khasnya masing-masing, sama seperti dirinya yang kecil tapi sudah bisa
berbicara layaknya orang dewasa. Meski, dirinya mengakui bahwa dirinya kok bisa
berkata demikian.
Itulah pengalaman yang
membuat setiap individu memberikan sesuatu perubahan untuk kedepannya. Tubuh boleh
kecil, tapi individu bisa akan besar, besar, dan besar sesuai dengan pengalaman
yang telah diperoleh. Individu tidak akan mungkin bisa mengacuhkan hal-hal yang
sudah dilewati. Detik tak akan pernah berhenti, seolah tak peduli dengan
apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar