Bismillahirrohmanirrohim..
Subhanallah..
Hari
ini ada dua agenda kegiatan yang berbeda pembahasannya namun ada satu hal
kesamaan yang harus dan sangat perlu diperhatikan dan penting untuk seseorang. Saya
pun tak ingin membiarkannya hanya menjadi bintang dikegelapan, saya ingin
membagikannya agar bisa memberikan sinar kesemuanya walau di tengah
kegelapanpun. Cek it out..
Kurma merupakan kegiatan rutin
per-pekannya, yang diadakan oleh lembaga dakwah fakultas. Saat semua muslim
menunaikan ibadah shalat jum’at, muslimah juga menunaikan ibadah yaitu berada
dalam majelis ilmu.
Kali ini, pembahasan dibawakan oleh
salah satu muslimah dari kampus lain, sebut saja namanya Kak Yani. Tema yang
dibahas adalah “Adab-adab bergaul sesama muslim dan non-muslim”. Adapun bintang-bintang
yang bisa saya sampaikan disini yaitu:
Pada
point pertama ini, Kak Yani menceritakan sebuah kisah pada zaman pemerintahan
amirul mu’minin Umar Bin Khatab ra. Saya
tak bisa menuliskan kisah ini, kurang lebih ada 4 hal yang bisa di ambil:
Pertama,
Salman Al-Farizi yang menyerahkan dirinya sebagai kisas seorang pemuda muslim
yang akan di hukum mati. Dia mengatakan “Jangan sampai ada seseorang yang
mengatakan bahwa seorang muslim itu tidak bisa saling mempercayai saudaranya dan tidak mau berbagi beban dengan saudaranya.
Kedua,
pemuda yang akan di hukum mati menepati
janjinya saat akan di hukum mati, padahal ia bisa saja kabur dalam kurung
waktu 3 hari saat diberikan kesempatan menyelesaikan amanah yang ingin
dikerjakannya. Pemuda itu hanya mengatakan “Jangan sampai ada seseorang yang
mengatakan seorang muslim itu tidak jujur”.
Ketiga,
kedua pemuda yang memaafkan pemuda
yang di hukum mati tersebut, padahal keduanya yang menuntut untuk pemuda
tersebut di hukum mati karena telah membunuh ayahnya. Mereka berkata “Jangan
sampai ada seseorang yang mengatakan bahwa seorang muslim itu tidak pemaaf
kepada sesama saudaranya”.
Keempat,
sudah berbeda kisah dengan pelajara pertama sampai ketiga. Kisah ini mungkin
sudah banyak yang tahu yaitu meninggal saat mendahulukan saudaranya untuk mendapatkan air minum yang sama-sama
mereka butuhkan.
Sebaiknya biarkanlah Allah Swt yang
tahu tentang permasalahan kita, biarkanlah saudara kita tetap bahagia berada
disamping kita. Buatlah mereka selalu nyaman dengan keberadaan kita
(Hikari Asia)
Bayangkan
ketika kita ada salah dan teman menegur kita di depan umum, huwah.. sakitnya
itu disini (sambil nunjuk dada).
Setidaknya sebelum bersikap ke
orang lain, kembalikan dulu lah ke diri. Ridha tidak diri diperlakukan
demikian, bila tidak kenapa kita mau memperlakukan saudara kita dengan hal yang
memang kita saja tak menyukainya (Hikari Asia).
Ini nie, yang bikin saya dkk
kasihan dengan individu yang sukanya nyibukan perilaku orang lain. Padahal dirinya
saja belum tentu baik, atau bisa saja lebih buruk dari perilaku saudara yang
mereka sibukkan itu. Bagaimana tidak kasihan, amalan yang kita kerjakan akan di
ambil loh sama saudara yang kita sibukkan (bicarakan) itu. Terus, kalau amalan
kita habis, dosa saudara yang kita bicarakan itu akan diberikan ke kita. Rugikan..
memang mau dikatakan orang dermawan karena sudah ikhlas memberikan amalan kita
dan menerima dosa dari saudara kita ???. (Dalam konsep membicarakan
kejelekan atau menebarkan aip saudara loh yang Hikari Asia maksud).
Orang
yang telah melakukan maksiat dan bertaubat kepada Allah itu jauh lebih baik di
mata Allah, dibandingkan dengan seseorang ahli ibadah namun dia sombong atas itu.
Kalau kegiatan ini diadakan tanpa ada
perencanaan jauh hari, ini diadakan karena salah satu alumni terbaik sedang
liburan musim dingin. Jadi, ia bisa hadir memberi inspirasi, sebut saja namanya
Hilman Wirawan. Mahasiswa berprestasi pada masanya dan kini telah menjalani
perkulihan di Amerika sebagai penerima beasiswa fullbright. Huwah.. bayangkan saja, ini beasiswa teribet yang ada. Belum
lagi dengan tambahan tesnya yang berbeda dengan jurusan lain. Maklum saja
psikologi menjadi jurusan bergengsi dan sulit bisa lolos menempuh dunia
pendidikan didalamnya.
Ada beberapa bintang yang bisa saya
tuliskan pada agenda ini (tak semua bisa saya tuliskan), yaitu:
So,
jika ingin menjadi mahasiswa internasional, berpikirlah dosen yang sedang mengajar dihadapan kita adalah dosen
internasional, saya mahasiswa internasional, sehingga saya juga harus
menyelesaikan tugas secara internasional.
Lebih
baik di paksa pintar, daripada iklas menjadi bodoh.
.
Ayo..
siapa yang menemukan kesamaan dari kedua kegiatan di atas ???.
#insyaAllahBermanfaat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar