Jumat, 09 Januari 2015

Bintang-bintang Di Hari Jum'at Berkah


Bismillahirrohmanirrohim..
Subhanallah..

Hari ini ada dua agenda kegiatan yang berbeda pembahasannya namun ada satu hal kesamaan yang harus dan sangat perlu diperhatikan dan penting untuk seseorang. Saya pun tak ingin membiarkannya hanya menjadi bintang dikegelapan, saya ingin membagikannya agar bisa memberikan sinar kesemuanya walau di tengah kegelapanpun. Cek it out..

*     Kajian Rutin Muslimah (Kurma)

Kurma merupakan kegiatan rutin per-pekannya, yang diadakan oleh lembaga dakwah fakultas. Saat semua muslim menunaikan ibadah shalat jum’at, muslimah juga menunaikan ibadah yaitu berada dalam majelis ilmu.

Kali ini, pembahasan dibawakan oleh salah satu muslimah dari kampus lain, sebut saja namanya Kak Yani. Tema yang dibahas adalah “Adab-adab bergaul sesama muslim dan non-muslim”. Adapun bintang-bintang yang bisa saya sampaikan disini yaitu:

*     Lihat teman gaul kita (Bertemanlah dengan siapa saja, tapi dekatlah dengan yang baik akhlaknya).

Pada point pertama ini, Kak Yani menceritakan sebuah kisah pada zaman pemerintahan amirul mu’minin Umar Bin Khatab ra. Saya tak bisa menuliskan kisah ini, kurang lebih ada 4 hal yang bisa di ambil:

Pertama, Salman Al-Farizi yang menyerahkan dirinya sebagai kisas seorang pemuda muslim yang akan di hukum mati. Dia mengatakan “Jangan sampai ada seseorang yang mengatakan bahwa seorang muslim itu tidak bisa saling mempercayai saudaranya dan tidak mau berbagi beban dengan saudaranya.

Kedua, pemuda yang akan di hukum mati menepati janjinya saat akan di hukum mati, padahal ia bisa saja kabur dalam kurung waktu 3 hari saat diberikan kesempatan menyelesaikan amanah yang ingin dikerjakannya. Pemuda itu hanya mengatakan “Jangan sampai ada seseorang yang mengatakan seorang muslim itu tidak jujur”.

Ketiga, kedua pemuda yang memaafkan pemuda yang di hukum mati tersebut, padahal keduanya yang menuntut untuk pemuda tersebut di hukum mati karena telah membunuh ayahnya. Mereka berkata “Jangan sampai ada seseorang yang mengatakan bahwa seorang muslim itu tidak pemaaf kepada sesama saudaranya”.

Keempat, sudah berbeda kisah dengan pelajara pertama sampai ketiga. Kisah ini mungkin sudah banyak yang tahu yaitu meninggal saat mendahulukan saudaranya untuk mendapatkan air minum yang sama-sama mereka butuhkan. 

*      Menyebarkan salam dan berwajah cerah ketika bertemu dengan saudara kita.

Sebaiknya biarkanlah Allah Swt yang tahu tentang permasalahan kita, biarkanlah saudara kita tetap bahagia berada disamping kita. Buatlah mereka selalu nyaman dengan keberadaan kita (Hikari Asia)

*     Menasehati dan mengingatkan dalam kebaikan dengan cara yang baik.

Bayangkan ketika kita ada salah dan teman menegur kita di depan umum, huwah.. sakitnya itu disini (sambil nunjuk dada).

Setidaknya sebelum bersikap ke orang lain, kembalikan dulu lah ke diri. Ridha tidak diri diperlakukan demikian, bila tidak kenapa kita mau memperlakukan saudara kita dengan hal yang memang kita saja tak menyukainya (Hikari Asia).

*     Menutup aip saudara.

Ini nie, yang bikin saya dkk kasihan dengan individu yang sukanya nyibukan perilaku orang lain. Padahal dirinya saja belum tentu baik, atau bisa saja lebih buruk dari perilaku saudara yang mereka sibukkan itu. Bagaimana tidak kasihan, amalan yang kita kerjakan akan di ambil loh sama saudara yang kita sibukkan (bicarakan) itu. Terus, kalau amalan kita habis, dosa saudara yang kita bicarakan itu akan diberikan ke kita. Rugikan.. memang mau dikatakan orang dermawan karena sudah ikhlas memberikan amalan kita dan menerima dosa dari saudara kita ???. (Dalam konsep membicarakan kejelekan atau menebarkan aip saudara loh yang Hikari Asia maksud).

*     Jangan menyombongkan diri

Orang yang telah melakukan maksiat dan bertaubat kepada Allah itu jauh lebih baik di mata Allah, dibandingkan dengan seseorang ahli ibadah namun dia sombong atas itu.

*  Menghindari majelis ghibah (tempat berkumpul untuk bergosip) atau tempat yang berpotensi untuk maksiat


*     Kelas Inspirasi

Kalau kegiatan ini diadakan tanpa ada perencanaan jauh hari, ini diadakan karena salah satu alumni terbaik sedang liburan musim dingin. Jadi, ia bisa hadir memberi inspirasi, sebut saja namanya Hilman Wirawan. Mahasiswa berprestasi pada masanya dan kini telah menjalani perkulihan di Amerika sebagai penerima beasiswa fullbright. Huwah.. bayangkan saja, ini beasiswa teribet yang ada. Belum lagi dengan tambahan tesnya yang berbeda dengan jurusan lain. Maklum saja psikologi menjadi jurusan bergengsi dan sulit bisa lolos menempuh dunia pendidikan didalamnya.

 Ada beberapa bintang yang bisa saya tuliskan pada agenda ini (tak semua bisa saya tuliskan), yaitu:

*  Jangan pernah menganggap remeh dosen yang mengajar kita, karena ilmu tak akan masuk ketika kita menganggap remeh orang yang mengajar kita. Bagaimana pun dosennya mereka tetap pendidik kita.

So, jika ingin menjadi mahasiswa internasional, berpikirlah dosen yang sedang mengajar dihadapan kita adalah dosen internasional, saya mahasiswa internasional, sehingga saya juga harus menyelesaikan tugas secara internasional.

Lebih baik di paksa pintar, daripada iklas menjadi bodoh.

*     Kritislah, jangan hanya menerima saja
.
*    Jangan sombong.. ketika kita mencapai hal yang kita inginkan menjadi hal yang luar biasa, kemudian akan menjadi biasa lagi setelah mencapainya.

*    Bergaullah dengan orang yang bisa memberikan manfaat. Yang jelas bukan pilih teman, tapi akraplah dengan yang bisa membawa ke arah yang lebih baik. Yang pasti bisa berbagi untuk semua orang.

Ayo.. siapa yang menemukan kesamaan dari kedua kegiatan di atas ???.

#insyaAllahBermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar