Kamis, 10 April 2014

Ini Saya



Saya adalah apa yang saya pikirkan dan kerjakan. Bukan apa yang orang lain mau atau pikirkan tentang saya. Saya tidak melarang atau membatasi untuk menilai siapa saya. Itu hak semua orang, saya hanya minta satu hal.. yaitu kejujuran. Mungkin, benar yang dikatakan oleh seseorang itu.. jangan terlalu prakmatislah.. katakan saja, saya cukup kuat untuk tahu.

Cukup tahu saja, saya orang yang paling takut dengan yang namanya diperhatikan berlebihan padahal saya bukan siapa-siapa. Terlalu naif mungkin.. tapi jujur, saya tetap manusia dan seorang perempuan yang juga akan senang mendapat perhatian yang diberikan pada saya. Terimakasih untuk orang-orang yang memberikan perhatiannya, saya sangat senang dan tidak akan melupakannya. Maaf untuk orang yang telah saya buat kecewa akan sikap saya, padahal sudah baik sama saya.

Saya mendapat pelajaran dari tarbiah yang saya ikuti mengenai ukhuwah islamiyah. Surah Al-Hujurat, 49:11-12 menjelaskan ada enam hal yang bisa meruntuhkan persaudaraan, yaitu:
1.        Mengolok-olok
2.        Mencela
3.        Panggilan yang buruk (fasik)
4.        Prasangka
5.        Mencari-cari kesalahan
6.        Mengunjing

Enam hal di atas jelas membuat saya berpikir kembali pada diri saya sendiri, apakah yang saya lakukan selama ini sehingga orang lain memperlakukan saya seperti sekarang.

Saya lebih suka diam saat ada masalah, karena menurut saya apa gunanya saya jelaskan, kan semuanya sudah jelas dari sebelumnya. Orang lain lihat apa yang saya lakukan, jadi kenapa saya harus berbicara tentang apa yang saya lakukan kepada mereka ? -_-

Kata seseorang yang ada di tarbiah, “Segera mengklarifikasi dan menjelaskan kepada saudara kita agar tidak timbul prasangka, dari pada tinggal diam”. Hmmm.. #destak.. kena dech..

Ada baiknya diam itu tidak semuanya jalan yang tepat, karena tidak punya hak melarang orang berpikir tentang kita, makanya harus bicara langsung biar masalahnya jelas dan tidak ada lagi prasangka.

Saya dapat tahapan dalam berukhuwah yang mulai dari biasa sampai yang luar biasa menurut saya, yaitu:

  1. Ta’aruf     : perkenalan. Cukup tahu orangnya.. hmmm kebanyakan masih seperti ini.
  2. Ta’fakum  : saling memahami. Ini nich.. pengennya dipahami sendiri, tapi gak mau pahami keadaan saudaranya.
  3. Ta’faqul    : saling menolong. Saat kita sudah memahami saudara kita, so pasti kita tahulah kapan saudara kita perlu bantuan tanpa dia bilang. Ingan, individual defferent. Orang itu beda-beda ada tuch yang gak mau bilang-bilang kalau butuh bantuan “Katanya ngak mau ngerepotin” #kayak gue gitu -_- (bukan saya nich..)
  4. Itshar        : mendahulukan saudara. Huwah.. ini nich tahap yang paling mau selalu ada, saat saya bisa mendahulukan orang lain dulu baru saya.

So, must agree this.. Allah Swt tidak pernah menciptakan maupun mengadakan sesuatu dengan sia-sia.. semua ada pelajaran yang bisa di ambil. Ana uhibbuk fillah.. saya akan selalu mencintai kalian karena Allah Swt saudaraku.. :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar