Saya adalah apa yang saya pikirkan dan kerjakan. Bukan apa yang orang lain
mau atau pikirkan tentang saya. Saya tidak melarang atau membatasi untuk
menilai siapa saya. Itu hak semua orang, saya hanya minta satu hal.. yaitu kejujuran. Mungkin, benar yang dikatakan
oleh seseorang itu.. jangan terlalu prakmatislah.. katakan saja, saya cukup
kuat untuk tahu.
Cukup tahu saja, saya orang yang paling takut dengan yang namanya
diperhatikan berlebihan padahal saya bukan siapa-siapa. Terlalu naif mungkin..
tapi jujur, saya tetap manusia dan seorang perempuan yang juga akan senang
mendapat perhatian yang diberikan pada saya. Terimakasih untuk orang-orang yang
memberikan perhatiannya, saya sangat senang dan tidak akan melupakannya. Maaf untuk
orang yang telah saya buat kecewa akan sikap saya, padahal sudah baik sama
saya.
Saya mendapat pelajaran dari tarbiah yang
saya ikuti mengenai ukhuwah islamiyah.
Surah Al-Hujurat, 49:11-12 menjelaskan ada enam hal yang bisa meruntuhkan
persaudaraan, yaitu:
1.
Mengolok-olok
2.
Mencela
3.
Panggilan
yang buruk (fasik)
4.
Prasangka
5.
Mencari-cari
kesalahan
6.
Mengunjing
Enam hal di atas jelas membuat saya berpikir kembali pada diri saya
sendiri, apakah yang saya lakukan selama ini sehingga orang lain memperlakukan
saya seperti sekarang.
Saya lebih suka diam saat ada masalah, karena menurut saya apa gunanya saya
jelaskan, kan semuanya sudah jelas dari sebelumnya. Orang lain lihat apa yang
saya lakukan, jadi kenapa saya harus berbicara tentang apa yang saya lakukan
kepada mereka ? -_-
Kata seseorang yang ada di tarbiah,
“Segera mengklarifikasi dan menjelaskan kepada saudara kita agar tidak timbul
prasangka, dari pada tinggal diam”. Hmmm.. #destak.. kena dech..
Ada baiknya diam itu tidak semuanya jalan yang tepat, karena tidak punya
hak melarang orang berpikir tentang kita, makanya harus bicara langsung biar
masalahnya jelas dan tidak ada lagi prasangka.
Saya dapat tahapan dalam berukhuwah yang mulai dari biasa sampai yang luar
biasa menurut saya, yaitu:
- Ta’aruf : perkenalan. Cukup tahu orangnya.. hmmm kebanyakan masih seperti ini.
- Ta’fakum : saling memahami. Ini nich.. pengennya dipahami sendiri, tapi gak mau pahami keadaan saudaranya.
- Ta’faqul : saling menolong. Saat kita sudah memahami saudara kita, so pasti kita tahulah kapan saudara kita perlu bantuan tanpa dia bilang. Ingan, individual defferent. Orang itu beda-beda ada tuch yang gak mau bilang-bilang kalau butuh bantuan “Katanya ngak mau ngerepotin” #kayak gue gitu -_- (bukan saya nich..)
- Itshar : mendahulukan saudara. Huwah.. ini nich tahap yang paling mau selalu ada, saat saya bisa mendahulukan orang lain dulu baru saya.
So, must agree this.. Allah Swt tidak pernah menciptakan maupun mengadakan sesuatu
dengan sia-sia.. semua ada pelajaran yang bisa di ambil. Ana uhibbuk fillah.. saya akan selalu mencintai kalian karena Allah
Swt saudaraku.. :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar