Bismillahirrahmanirrahim
Partner project saya adalah Shiddiq (2y11m) & Syafiq (1y6m). Pada family project ini kita akan stimulasi kecerdasan spritual. Temanya adalah Hidden Curriculum, atau kurikulum yang tersembunyi, tidak tampak, tapi merupakan point utama atau intinya. Project ini berjalan bukan cuma hari ini tapi setiap hari, sedang dan masih terus berlangsung. Hal-hal yang akan terus disounding dan diingatkan kepada anak, berupa moral, akhlak dan adab.
Setiap keluarga punya cara sendiri untuk hal ini, adapun yang menjadi Hidden Curriculum yang sesuai dengan Visi Misi Basir Family, yaitu:
1. Mengucapkan "Basmalah" (Bismillah) sebelum memulai sesuatu hal.
2. Mengucapkan "Hamdalah" (Alhamdulillah) setelah melakukan dan/atau mendapatkan sesuatu hal (baik maupun tidak).
3. Meminta tolong jika menginginkan bantuan atau sesuatu.
4. Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
5. Mengucapkan terimakasih jika mendapatkan sesuatu dari orang lain.
6. Meminta hanya kepada Allah Subhana wa taala jika menginginkan sesuatu hal.
7. Melakukan adab-adab dan ibadah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah shalallahu alayhi wasallam.
8. Menolong atau membantu jika dimintai tolong.
9. Menempatkan sesuatu pada tempatnya. Misal, membuang sampah ke tempat sampah dan merapikan mainan ketempatnya kembali.
10. Mengucapkan Masyaa Allah saat takjub melihat sesuatu hal, ber'istigfar saat melihat atau melakukan hal tidak baik, dan dzikir lainnya...
Apa-apa yang ingin kita ajarkan dalam hidden curriculum kita catat dan rincikan. Yang tidak ada adalah penilaiannya, karena merupakan hal yang tidak bisa diukur melalui penilaian. Info lebih lanjut mengenai Hidden Curriculum saya dapatkan di Komunitas Homeschooling Muslim Indonesia @panduan.hs.
Alat dan Bahan:
Tauladan dan habbit (pembiasaan).
Pelaksanaan:
Hari ini seperti biasa, kalau adzan anak-anak ingatkan "Ayo, Shalat".
Ketika tadi berwudhu, mereka juga ikut "Mau wudhu juga" kata Shiddiq diikuti adiknya "Wudhu". Syafiq masih dalam tahap perkembangan bahasa, dengan 1 kata. Jadi, hanya mengatakan satu-satu kata saja terus.
Oh iya, pas anak-anak bangun seperti biasa saya mencontohkan dan mensounding kan doa bangun tidur. Mereka belum bisa mengikuti, hanya masih mendengar kan saja. Bangun minum air putih, sarapan, mandi, dan pakaian. Tadi, saat berpakaian mereka sudah mengangkat kaki kanan mereka duluan saat akan memakai celana sesuai adabnya mendahulukan yang kanan. Kadang, mereka luput juga dan diingatkan lagi. Jadi, tidak langsung sesuai dengan keinginan kita karena kita berusaha membangun kebiasaan.
Shiddiq meminta maaf sama adiknya saat mendorong adiknya, walaupun beberapa saat terulang kembali. Membuang sampah ke tempatnya dan mengambil kan barang yang diminta sama ummimya. Dan masih banyak lagi yah, pelaksanaan nya. Hal ini menjadi tanggung jawab kita sebagai tauladan anak-anak karena mereka itu peniru ulung. Merasa apa yang kita lakukan sudah yang terbaik, itu harus saya singkirkan karena sebagai manusia biasa kita juga sering luput. Jadi, memang hanya bisa kita serahkan ke pada Allah Subhana wa taala sebagai pemilik hati kita dan anak-anak kita.
Makassar, 30 Juni 2019
#hari10
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
@institute.ibu.profesional
Tidak ada komentar:
Posting Komentar