Bismillahirrahmanirrahim...
NASEHAT UNTUKKU DAN UNTUKMU
"Yang langka hari ini ialah mencari Ikhwan dan akhwat yang mengikuti kajian tapi, ia berakhlak ketika berbicara.
Ma'ruf menyikapi perbedaan...
Santun ketika menyikapi sesama...
Dan semangat memberi udzur bagi saudaranya..."
- Ust. Oemar Mita. Lc
Game Kelas Bunda Sayang
Level 1
Hari 4 KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN#2
Masih dengan tantangan LDM. Komunikasi yang dilakukan dengan jarak jauh, tanpa tatap muka, dibatasi jaringan telfon, dsb. Sabar, saling percaya, saling mengerti, dan saling mendoakan adalah hal yang harus dilakukan. Walaupun bukan cuma yang LDM melakukannya, tapi yang LDM tahu pastilah tantangannya bagaimana.
Beberapa hari terakhir ini, suami susah dihubungi. Sampai bikin perasaan tidak enak, ada apa yah... Dalam hati mendoakan yang terbaik untuknya. Hingga hari ini, saya beranikan diri telfon teman kantornya. Alhamdulillah, suami baik-baik saja hanya jaringan memang sempat hilang beberapa hari disana dan lagi sibuk kata temannya. Khawatir ada, karena pernah kejadian dulu ada gempa di pulau tempat suami kerja dan saya terlambat tahu hal itu.
Suami akhirnya bisa saya telfon. Kamipun membicarakan tentang kesibukannya akhir-akhir ini dan ternyata memang lagi ada pengauditan di kantornya. Alhamdulillah, saya memberikan semangat dan supports untuk suami sehingga membuatnya melakukan yang terbaik. Hasilnya memuaskan.
Katanya disana juga warga demo lagi sampai bawa parang lagi. Saya menenangkannya dengan meneladani kisah Khadijah ra kepada suaminya Rasulullah Muhammad Saw saat peristiwa pertama Beliau diberikan wahyu. Bedanya saya tidak membersamai suami saat ini, jadi saya hanya menyampaikan lewat komunikasi via telfon. Alhamdulillah berhasil, suami memang menjadi orang kepercayaan kantor untuk bermusyawarah dengan warga disana.
Ingatlah wahai diri sebagai seorang perempuan ada suami yang harus diberikan haknya. Bukan hanya baper (read: bawa perasaan) karena ditinggal jauh sama suami, itu adalah tantangan dan Allah Swt mempercayakan untuk menjalani jadi tidak ada alasan untuk tidak menjalaninya. Tapi, baperlah (read: bawa perubahanlah) yang sesungguhnya pada diri sehingga bisa menyebar kepada orang disekitar.
Ingat bahwa kamu adalah kamu, dia adalah dia, sehingga perlu saling mengerti agar kata kita adalah kita bisa membersamai. Ingat, kita tidak bisa memaksakan orang lain harus sama seperti apa yang kita inginkan, maka dari itu ada komunikasi yang didasari saling memahami.
Semoga, selama ini saya bisa menjadi akhwatmu (read: istrimu) yang berliqa' (read: ikut kajian) yang berakhlak ketika berbicara.
Aamiin aamiin ya rabbal'alaamiin.
Makassar, 2 Februari 2017
#hari4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar