Jumat, 07 Oktober 2016

Ghiroh

Bismillahirrahmanirrahim...
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Tak Pilih Kasih, Maha Penyayang Tak Pandang Sayang.

Rasa cemburu (ghiroh) dalam konteks beragama adalah konsekuensi dari Iman itu sendiri. Orang yang beriman akan tersinggung jika agamanya dihina, bahkan agamanya itu akan didahulukan daripada keselamatan dirinya sendiri.

Ini pertanda masih adanya ghiroh didalam dirinya. Bangsa penjajah pun telah mengerti tabiat Umat Islam yang semacam ini.

Jika agamamu, nabimu, kitabmu dihina dan engkau diam saja, jelaslah ghiroh telah hilang darimu.

Jika ghiroh tidak lagi dimiliki oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dari segala sisi.

Jika ghiroh telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan. Sebab kehilangan ghiroh sama dengan mati.

(BUYA HAMKA)

Masih adakah ghiroh di hati wahai saudaraku ? Cobalah dirimu perhatikan tingkahmu... Pantaskah menertawakan surah cinta dari-Nya? Coba tunjukkan padaku, bagian mana ayat dari surah-Nya yang membohongi ? Ayo tunjukkan?

Sampai-sampai dirimu ikut tertawa saat dia orang yang memang sudah jelas tidak menghargai kita sebagai muslim menghina ayat dari-Nya. Tak tahu apa yang terjadi saat itu dan bagaimana bisa itu...

Diri ini juga ingat... Saat ada dosen yang hampir menangis karena ada mahasiswa yang menyebutkan ayat dari surah cinta-Nya dan ditertawakan. Saat itu, rasanya sakit dan ini juga kejadian yang membuat lebih sakit.

Tapi, tahukah... Daun yang jatuhpun tak akan jatuh tanpa izin Allah Azza wa Jallah... Termasuk kejadian ini...

Harapanku, berpikirlah atas kejadian ini... Janganlah lagi mau tutup mata dan membiarkan hal yang lebih buruk lagi terjadi. Tolong...

Berhentilah untuk tetap berdiam diri. Jangan pura-pura tidak tahu atau memang tak mau tahu. Jangan... Jangan... Seperti itu... Jika seperti itu, benarlah kata Buya Hamka pantaslah kain kafan sebagai pengganti pakaianmu saja...

Tabayyunlah setidaknya agar tidak lagi mau diperdaya oleh mereka yang memang sudah mengatur untuk menguasai dunia. Jangan takut, mereka bukan Sang Penguasa sesungguhnya. Ada Allah Swt, Yang Maha Segala-galanya.

#OWAP
#RumbelMenulis
#IIP SulSel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar