Senin, 03 November 2014

Petikan Bintang dari Ahmad Rifa'i Rif'an

Bismillahirrohmanirrohim..
Awalnya, bukan karena Ahmad Rifa’i Rif’an saya ikut tapi karna enterprenuer yang saya perhatikan pada pemateri pertama. Bukan apanya, tapi saya bukanlah seseorang yang kenal dengan seorang penulis itu. Namun, perkenalan pertama saya melihatnya mengisi seminar dan tulisan-tulisannya membuat saya mendapatkan beberapa bintang darinya. Walau tak tepat sesuai dengan kata-katanya dan tak semua dapat saya tuliskan, tapi izinkan saya membagikan bintang-bintang yang saya dapatkan dari pertemuan saya dengannya. Cek it out..

*     Tujuan menulis ^_^
“Awalnya, hal yang di targetkan sebagai seorang penulis saat tulisannya bisa diterbitkan. Namun, saat tulisan diterbitkan itu menjadi hal biasa sehingga mengejar target selanjutnya yaitu tulisan jadi best seller. Namun, saat itu terwujud, hal itu pun menjadi biasa-biasa saja. Sekarang bagaimana caranya tulisan bisa memberikan hal yang bermanfaat untuk orang banyak. So, sebaiknya langsung tujuan menulis adalah untuk memberikan manfaat bagi orang banyak”.

TUJUAN MENULIS, LANGSUNG UNTUK BERMANFAAT BAGI ORANG BANYAK

*     Kunci kesuksesan :)
Baginya ada tiga kunci kesuksesan:
1.      Bermimpilah setinggi-tingginya, tuliskan mimpumu setinggi-tingginya.
2.      Mengupayakan mimpi sekuat-kuatnya.
3.      Berdo’a serahkan kepada Allah Swt.
Kisah anak SMA kurang mampu yang memiliki nilai UN tertinggi, katanya ada tiga rahasia suksesnya saat diwawancarai, yaitu:
1.      Do’a ibu,
2.      Bersedekah,
3.      Belajar setelah shalat tahajjud.

*     Cari kerja harusnya ;)
1.      Halal
2.      Tidak menyita waktu untuk keluarga
3.      Finansial yang baik
4.      Yang dinikmati
orang yang paling miskin di dunia adalah orang yang tidak punya apa-apa kecuali uang”

*     Jenis hukum islam ada 5, begitupun jenis manusia. ^_~
1.      Manusia wajib = harus ada dia, bila tidak ada dia, semua bisa hancur.
2.      Manusia sunnah = ada dia, bermanfaat. Tidak ada dia, ada yang menggantikan.
3.      Manusia mubah = ada dia sama dengan tidak adanya dia. -_-‘
4.      Manusia ma’ruh = ada dia, merepotkan. Tidak ada dia biasa-biasa saja.
5.      Manusia haram = ada dia, merusak. Tidak ada dia, ada perbaikan/perdamaian.

#Saat Seminar Nasional "Tuhan Maaf Kami Sedang Sibuk" @UNISMUH Makassar. Ahad, 31 Agustus 2014

Buku yang dibuatnya dengan judul "Tuhan Maaf Kami Sedang Sibuk"
Saat perjalanan melelahkan di senja hari dari seorang anak pengamen di bus yang menyayikan lagu ini:

Gema adzan Subuh, aku lelap tertidur
Gema adzan Dhuhur, aku sibuk bekerja
Gema adzan Ashar, aku geluti dunia
Tuhan, pantaskah surga untukku

Gema adzan Subuh, aku lelap tertidur
Gema adzan Dhuhur, aku sibuk bekerja
Gema adzan Ashar, aku geluti dunia
Tuhan pantaskah surga untukku

Gema adzan Maghrib, aku di perjalanan
Gema adzan Isya’, lelah tubuhku Tuhan
Tak pernah lagi ku baca firman-Mu
Tuhan tolonglah hambamu ..
Tuhan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar