Jumat, 24 Oktober 2014

Kak.. Tetaplah Jadi Kakak Laki-laki buat Saya



Ini, saya tulis untukmu kak.. pria yang pernah memarahi seperti orang tua pada anaknya dan seorang kakak laki-laki pada adik perempuannya.

Bismillahirrohmanirrohi..
Saya sudah mengenal kakak sejak pertemuan.. dimana kakak memberikan intruksi pada seisi ruangan. Saya tahu kakak saat itu, tapi kakak tidak.

Waktu berlalu seolah tak pernah peduli dengan hal yang telah terjadi. Kakak tahu, kita dipertemukan lagi dalam sebuah tugas kuliah kakak yang harus diselesaikan. Kakak akrab dengan adik-adik dan orang tua. Kakak memang sesuai dengan perawakan yang dilihat, ramah, sopan, lucu, baik, dan semualah yang baik, berlebihan mungkin, karena setiap orang pastilah punya kekurangan, tapi saya tak ingin membahas kekurangan kakak disini.

Izinkan saya menuliskan tulisan khusus untuk kakak, bukan untuk ucapan terimakasih atas semua hal yang kakak berikan tapi ini karena sang pemilik kasih sayang. Izinkan saya untuk tetap menceritakan mu kepada-Nya, keinginan untuk memiliki seorang kakak laki-laki selalu ada di benak adikmu ini. Kakak tahu, kenapa saya bisa terima untuk kita dekat.

Ingat, saat saya minta diajarkan mengendarai motor, kakak bilang dengan lugas “tidak bisa dek, nanti kita akan dekat”. Kakak tahu, mungkin saya belum paham saat itu, tapi itu membuat saya terjaga. Atau kakak ingat, saat saya pulang malam dan bilang sama mama kalau saya pulang sama kakak, seolah membebankan ke kakak, yang saya tahu orang tua percaya sama kakak. Ingat, kakak marah besar saat itu. Kakak bilang “kamu itu bisa tidak pulang malam, ingat kamu perempuan”. Atau saat saya ingin kakak yang menemani untuk wawancara sampai kakak menunggu berjam-jam di malam hari. Kakak bilang “kamu itu, tidak punya teman dekat kah, (aku diam).. kamu itu sudah kakak anggap adik jadi kalau kamu minta tolong pasti kakak tolong, tapi kamu lihat juga situasi”.

Kakak, ada banyak marahnya kakak yang mungkin belum bisa saya tuliskan satu persatu. Izinkan saya menyimpannya rapat-rapat diingatanku. Kakak, saya menangis bukan karena kakak menyakiti, tapi saya sangat sangat bahagia punya kakak laki-laki. Kita saudara yang sampai kapan pun tak akan pernah menjadi saudara.

Maka, izinkanlah saya untuk meminta. Kak.. tetaplah jadi kakak laki-laki buat saya.

Kenapa, karena kita tak pernah dekat. Saya sekarang paham aturannya, biar bagaimana pun kakak tetap laki-laki dan saya tetap seorang perempuan. Biarlah kita bertemu untuk saling menceritakan kisah dari duka sampai bahagia tanpa harus dekat, karena kita berhenti berbicara. Tetaplah seperti ini, tetaplah untuk bisa belajar lebih baik dari kemarin, tetaplah katakan “Ia” kak, karena saya yakin kakak akan berusaha membahagiakan orang yang kakak sayang, termasuk ibu dan adik-adikmu ini..

Tetaplah menjaga dan berbagi, tetaplah marah, tetaplah melarang, tetaplah jadi kakak buat saya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar