Bismillahirrohmanirrohim..
Tiba saat malam datang, dimana semua kembali untuk beristirahat di suatu tempat yang mereka sebut sebagai istananya. Berbeda mungkin dengan saya, yang ingin selalu bisa ke istana sendiri tapi hanya bisa numpang di istana orang lain. Istana orang lain inilah kebanyakan saya berada, membuat saya selalu merasa hal yang berbeda tanpa ada di istana sendiri.
Malam ini, saya tetap berada di tempat yang sama seperti malam kemarin-kemarin saat saya tak dapat kembali ke istana sendiri. Saya kembali berada di depan sebuah alat yang menyimpan data-data saya, namun tak tersempurna data yang ada di Allah Swt yang lebih mengetahui detail dari diri ini. Saya ingin menceritakan sesuatu yang terjadi pada saya hari ini, yang membuktikan bahwasanya saya bukan siapa-siapa yang bisa melakukan sesuatu dengan sempurna. Sebab, sesungguhnya hanya ada satu yang sempurna yaitu Allah Swt, satu-satunya yang menentukan apa yang akan terjadi bukan saya ataupun hal lain. Saya dan kalian, hanya bisa merencanakan apa yang seharunya dilakukan dan Allah Swt lah yang menentukan mana yang terbaik sesuai dengan usaha yang dilakukan. I believe that and your must believe that to.
Banyak hal yang terjadi selama ini, yang membuktikan hal tersebut. Beberapa minggu yang lalu, saya diberikan kepercayaan dan itu adalah tanggung jawab yang harus saya kerjakan dengan seharusnya. Diakhir kegiatan, saya mendapat suatu kata-kata atau itu adalah sebuah kalimat tepatnya. Pastinya, itu membuat saya menetaskan air mata tapi sama sekali bukan karena sakit akan hal itu. Terjadinya karena saya menyadari dari kalimat itu bahwa saya memang yang keliru akan pekerjaan yang seharusnya saya lakukan.
Kejadian itu, membuat saya belajar untuk bisa tahu dulu bagaimana yang sebenarnya harus dikerjakan. Ingat, saya selalu mengatakan “Kerjakanlah apa yang seharusnnya dikerjakan” entah sadar atau tidak, saya yakin pernah mengatakan hal itu. Saya melakukan apa yang bisa saya lakukan bukan apa yang seharusnya. Hal inilah yang membuat saya ataupun yang lain harus belajar banyak dari kejadian ini.
Menyadari bahwa itu adalah tanggung jawab, saya berusaha untuk bisa menuliskan apa yang terjadi sebelum dan saat terjadinya seperti sebuah diary kegiatan. Merasa bahwa belum tahu pasti bagaimana yang semestinya, membuat saya harus hadir untuk menyaksikan apa yang seharusnya dengan mengikuti forum mengenai hal itu. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa yang terjadi. Allah Swt memang sudah menjelaskan bahwa tak ada hal yang sia-sia, semua ada pelajaran yang bisa diambil dalamnya.
Usaha yang dilakukan menghasilkan tulisan mengenai apa yang terjadi sebelum dan saat kegiatan yang sebenarnya terjadi dan dilaporkan hari ini. Jelas semuanya aka nada dampaknya, forum dimana saya yang berperan cukup sesuai dengan harapan. Jujur, teliti, tanggung jawab, dst semua ada pada forum itu. Meski sampai larut didinginya malam, namun perasaan lega atas penerimaan laporan akhirnya bisa diterima dengan baik. Alhamdulillahirrobbill’alaamiin.
Continued ^_^9
Tiba saat malam datang, dimana semua kembali untuk beristirahat di suatu tempat yang mereka sebut sebagai istananya. Berbeda mungkin dengan saya, yang ingin selalu bisa ke istana sendiri tapi hanya bisa numpang di istana orang lain. Istana orang lain inilah kebanyakan saya berada, membuat saya selalu merasa hal yang berbeda tanpa ada di istana sendiri.
Malam ini, saya tetap berada di tempat yang sama seperti malam kemarin-kemarin saat saya tak dapat kembali ke istana sendiri. Saya kembali berada di depan sebuah alat yang menyimpan data-data saya, namun tak tersempurna data yang ada di Allah Swt yang lebih mengetahui detail dari diri ini. Saya ingin menceritakan sesuatu yang terjadi pada saya hari ini, yang membuktikan bahwasanya saya bukan siapa-siapa yang bisa melakukan sesuatu dengan sempurna. Sebab, sesungguhnya hanya ada satu yang sempurna yaitu Allah Swt, satu-satunya yang menentukan apa yang akan terjadi bukan saya ataupun hal lain. Saya dan kalian, hanya bisa merencanakan apa yang seharunya dilakukan dan Allah Swt lah yang menentukan mana yang terbaik sesuai dengan usaha yang dilakukan. I believe that and your must believe that to.
Banyak hal yang terjadi selama ini, yang membuktikan hal tersebut. Beberapa minggu yang lalu, saya diberikan kepercayaan dan itu adalah tanggung jawab yang harus saya kerjakan dengan seharusnya. Diakhir kegiatan, saya mendapat suatu kata-kata atau itu adalah sebuah kalimat tepatnya. Pastinya, itu membuat saya menetaskan air mata tapi sama sekali bukan karena sakit akan hal itu. Terjadinya karena saya menyadari dari kalimat itu bahwa saya memang yang keliru akan pekerjaan yang seharusnya saya lakukan.
Kejadian itu, membuat saya belajar untuk bisa tahu dulu bagaimana yang sebenarnya harus dikerjakan. Ingat, saya selalu mengatakan “Kerjakanlah apa yang seharusnnya dikerjakan” entah sadar atau tidak, saya yakin pernah mengatakan hal itu. Saya melakukan apa yang bisa saya lakukan bukan apa yang seharusnya. Hal inilah yang membuat saya ataupun yang lain harus belajar banyak dari kejadian ini.
Menyadari bahwa itu adalah tanggung jawab, saya berusaha untuk bisa menuliskan apa yang terjadi sebelum dan saat terjadinya seperti sebuah diary kegiatan. Merasa bahwa belum tahu pasti bagaimana yang semestinya, membuat saya harus hadir untuk menyaksikan apa yang seharusnya dengan mengikuti forum mengenai hal itu. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa yang terjadi. Allah Swt memang sudah menjelaskan bahwa tak ada hal yang sia-sia, semua ada pelajaran yang bisa diambil dalamnya.
Usaha yang dilakukan menghasilkan tulisan mengenai apa yang terjadi sebelum dan saat kegiatan yang sebenarnya terjadi dan dilaporkan hari ini. Jelas semuanya aka nada dampaknya, forum dimana saya yang berperan cukup sesuai dengan harapan. Jujur, teliti, tanggung jawab, dst semua ada pada forum itu. Meski sampai larut didinginya malam, namun perasaan lega atas penerimaan laporan akhirnya bisa diterima dengan baik. Alhamdulillahirrobbill’alaamiin.
Continued ^_^9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar