Sabtu, 06 Juli 2013

Secercak Kata Kesadaran Diri

Kalau ditanya soal alasan kenapa memilih masuk jurusan yang diemban sekarang, itu sudah biasa saya dengar semenjak saya masuk kuliah. Alasannya saya ingin memberikan perubahan baik itu dari diri saya pribadi maupun keluarga dan orang-orang yang ada disekitar saya. Saya sangat ingin bisa mengajar “Belajar untuk Mengajar” yach.. itulah saya, tapi Allah Swt memberikan saya yang terbaik dan saya yakin akan hal itu. Buktinya, saya yang tidak diloloskan dijurusan pendidikan saat mengikuti jalur undangan tapi mendapat undangan mengajar di bimbingan belajar. Subhanallah, Allah Swt sungguh memberikan apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya bukan apa yang selalu diinginkan oleh hamba-Nya.

Mengajarnya saya di bimbingan belajar itu tanpa test sebelumnya, karena saya merupakan salah satu siswi yang bimbingan di tempat itu. Tentunya pihak bimbingan sudah mengetahui bagaimana saya bisa membagikan pengetahuan saya kepada orang lain dan anak-anak di sekolah dasar. Allah Swt memang yang maha mengetahui apa yang tidak diketahui oleh hambanya. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan bantuan dana dari hasil mengajar, sehingga bisa mengurangi beban keluarga. Sejak kelas 5 SD saya sudah berusaha bekerja membantu keuangan keluarga, bekerja sepulang sekolah merupakan kebiasaan yang tak biasa lagi.

Saat pendaftaran SNMPTN saya belum tahu harus memilih jurusan apa, entah ada apa saat itu saya mendaftar dengan pilihan pertama Psikologi UNM, kedua Psikologi UNHAS, dan yang terakhir Kehutanan UNHAS. Allah Swt yang menunjukkannya, saya memilih berdasarkan apa yang ada dibenak saya saat itu sesuai dengan kemampuan saya. Dimanapun saya lolos, itulah yang terbaik buat saya dan semuanya. Selama saya sudah berusaha, saya percaya dan yakin Allah Swt akan memudahkan jalan yang terbaik buat hambanya.

Alhamdulillah, tempat test saya di kampus UNHAS jadi tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya di Sudiang yang kira-kira bisa dengan satu kali naik ojek dan satu kali naik pete-pete. Saya belum tahu lokasi-lokasi yang ada disana, Alhamdulillah saya mendapat bantuan dari temannya salah seorang tentor di tempat bimbingan belajar. Saya ditemani selama test, diantar jemput pula, saya dijemput selalu di Masjid Kampus UNHAS pagi-pagi. Sambil menunggu saya berusaha melaksanakan ibadah shalat dhuha dan berdo’a untuk bisa dimudahkan testnya.

Saat tiba di tempat test saya ternyata satu ruangan dengan teman sekelas saya di SMA dan yang lain saya belum kenal. Saya berada pada tempat duduk paling sudut belakang karena nomor urut saya yang terakhir dalam ruangan. Itulah kemudahan yang Allah Swt berikan untuk saya, saat test saya lupa waktu tinggal beberapa menit setelah dosen pengawas mengingatkan waktunya hamper habis saya baru sadar bahwa kertas jawaban saya belum terisi. Menggunakan waktu yang tersisa saya berusaha dan tetap hati-hati memindahkan jawaban yang sudah saya jawab di soal ke lembar jawaban. Tempat duduk saya yang di akhir dan berkat izin dari dosen pengawas memberikan saya sedikit waktu lagi untuk mengisi lembar jawaban saya.

Hari terakhir test yang berlangsung memang hanya dua hari, dosen pengawas sudah memperingatkan dari awal mengenai waktu yang dibutuhkan selama menjawab soal test. Selesai test hari itu, saya sendiri ke depan dan bersalaman dengan dosen pengawas sembari berterimakasih serta meminta do’anya. Perasaan lega tidak terbendung saat itu, saya berusaha jalan sendiri untuk pulang ternyata nyasar tapi akhirnya saya bisa sampai di Masjid Kampus UNHAS. Seperti yang sudah saya katakana dari awal, saya sudah berusaha dan berdo’a masalah hasilnya hanya Allah Swt yang tahu.

Tiba saat pengumuman, saya ke tempat bimbingan bersama beberapa teman yang lain melihatnya di internet. Maklum wife gratis, jadi beberapa dari kami memilih melihat pengumumannya di tempat bimbingan. Saat itu, teman yang lain lupa passwordnya, jadi saya yang pertama di tes hasilnya (kelinci percobaan). Alhamdulillah, ternyata masuk dan… yach.. semuanya tegang saat itu “Ya… Ica.. kamu lolos dipilihan pertamamu.. selamat.. selamat..” sambil memeluk erat badan saya yang kaku seakan tak percaya akan hal itu, hanya diam tercengang yang saya lakukan saat itu.

Baru beberapa saat kemudian saya tersadar akan betapa kagetnya dengan pengumuman itu sembari tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah Swt “Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah..”. Kemudian saya memberitahukan kepada orang tua saya di rumah melalui SMS dan kemudian mencari Kak Ari orang yang membantu saya selama ini. Dia adalah pemilik cabang bimbingan belajar dan memberikan saya kesempatan mengajar di bimbingannya “Kak Ari, saya lolos di pilihan pertama.. terimakasih kakak atas bantuannya selama ini” dengan penuh antusias dan semangat saya mengatakannya.

Kuliah di jurusan psikologi, jujur saya belum mengetahui apapun mengenai psikologi. Lingkungan di psikologi pertama kali kami mendapatkan bekal awal dari kakak-kakak di BEM melalui kegiatan Mabim (Masa bimbingan). Seperti namanya, dalam kegiatan ini kami dibimbing oleh kakak-kakak langsung mengenai hal-hal dasar yang perlu kami ketahui sebagai seorang mahasiswa/i terlebih lagi sebagai seorang mahasiswa/i psikologi.

Salah satu materi dari Mabim saat itu ialah “Who Are You”, bagaimana kami bisa mengenal diri dari sisi pribadi, sosial (orang lain), dan idealnya diri sendiri. Disini saya balajar mengenal diri saya pribadi, bagaimana diri saya dari pandangan orang yang ada disekitar saya, dan bagaimana diri ideal saya seharusnya. Luar biasa, ini buat suatu perilaku yang dilakukan akan dinilai langsung oleh orang lain. Jadi, jangan sampai membuat tingkah laku yang bisa menjatuhkan diri sendiri. “Remain Yourself Better” itulah yang berusaha saya lakukan, berusaha menjadi diri sendiri yang lebih baik bukan menjadi orang lain untuk bisa menjadi lebih baik.

Psikologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental individu dengan lingkungannya, itu yang saya pahami dari penjelasan dosen saat mata kuliah psikologi umum di semester awal. Ada tiga mata kuliah psikologi pada semester awal selain mata kuliah dasar umum, yaitu psikologi umum, psikologi sosial I, dan psikologi perkembangan anak. Psikolgi umum kami belajar beberapa teori dasar dengan aliran yang berbeda-beda. Sama halnya dengan psikologi umum, psikologi sosial I dan psikologi perkembangan anak juga memiliki banyak teori-teori dasar sesuai dengan aliran yang dibahas pada psikologi umum hanya saja lebih khusus sesuai dengan bahasannya.

Mulai dari psikologi umum yang mempelajari psikolgi secara umum, pada mata kuliah ini yang saya pahami perilaku adalah sesuatu yang dilakukan dan dapat langsung diamati seperti belajar, menangis, dsb. Sedangkan proses mental lebih kepada covert behaviors (perilaku yang tersembunyi/rahasia), pikiran, perasaan, dan motif yang dialami dimana ini semua tak dapat diamati secara langsung. Ruang lingkup psikologi juga dibahas dalam mata kuliah ini, dimana ruang lingkupnya terbagi manjadi dua yaitu psikologi teoritis dan terapan. Psikologi teoritis terbagi menjadi dua yaitu psikologi umum dan psikolgi khusus. Banyak hal mengenai ini, tapi belum bisa saya jelaskan secara rinci disini.

Selanjutnya, dalam mata kuliah ini saya mengenal ada beberapa aliran secara umum dalam psikologi yaitu aliran strukturalisme, fungsionalisme, gestalt, behaviorisme, psikodinamika, humanistic, dan kognitif. Semua aliran memiliki dasar yang berbeda mengenai psikologi. Misalnya, aliran struktural yang mengaitkan psikologi dengan penggambaran struktur yang membentuk pikiran sedangkan aliaran fungsional yang lebih fokus pada fungsi jiwa dan aliran gestalt yang melihat secara keseluruhan perilaku bukan bagian perbagian. Berbeda dengan aliran lainnya, behaviorisme lebih pada faktor pengalaman dan belajar serta fokus terhadap stimulus respon. Psikoldinamika yang lebih kedapa struktur kepribadian, psikolseksual, mekanisme pertahanan ego, dsb sedangkan humanistik menekankan pada potensi positif individu, pengalaman subjektif individu, keinginan bebas, kreatifitas, kebermaknaan hidup, dsb. Terakhir kognitif, yang memfouskan pada proses mengetahui bukan merespon stimulus.

Beranjak dari mata kuliah psikologi umum, psikologi sosial I merupakan mata kuliah berikutnya yang membuat saya banyak belajar dari perilaku sosial. Dimana psikologi sosial merupakan salah satu ruang lingkup psikologi secara teoritis dalam hal yang khusus. Khusus karena psikologi dilihat hanya dari aktivitas manusia dalam situasi social seperti kelompok, massa, dsb.

Psikologi perkembangan sama halnya dengan psikologi sosial yang membahas bagian psikologi secara khusus. Hanya saja khususnya ada pada tahap-tahap psikologis perkembangan dari pranatal sampai usia lanjut. Fokus semester awal, saya belajar mengenai perkembangan anak (Pranatal). Mata kuliah ini saya belajar mempelajari perilaku anak, cara pengasuhan anak sesuai dengan tipenya, kognisi anak seperti apa, dan masih banyak hal lainnya.

Saya bersyukur, bisa diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk bisa belajar mengenai psikologi, belajar melihat perlaku diri sendiri dan orang lain. Berusaha berbenah diri untuk menjadi diri yang lebih baik. Ceritanya disini, sebagai mahasiswi psikologi sayalah yang dulu menjadi pasiennya untuk diri saya sendiri “Berobat jalan” begitulah kata-kata sebagian besar mahasiwa/I psikologi.

Jujur, saya adalah salah satu dari demikian sedikitnya orang-orang yang belum menentukan tujuannya seperti apa dan bagaimana diri ini kedepannya. Di psikologilah saya diajarkan pengetahuan awal akan pentingnya tujuan untuk kedepannya. Saya berusaha untuk bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menuliskan diri yang ideal seperti apa, akan mengarahkan diri untuk bisa menjadi yang lebih baik lagi agar bisa mewujudkan diri yang ideal itu.

Pastinya saya ingin tetap selalu bisa berbagi pengetahuan dengan siapa saja, seperti yang selalu saya katakana “Belajar untuk Mengajar”. Kemudian saya ingin menjadi seorang pengusaha yang tetap bisa mengajar, membantu orang lain sebisa saya. Berusaha untuk tidak terus meminta belas kasiahan dari orang lain tapi tetap membutuhkan orang lain karena manusia adalah makhluk social yang tak dapat hidup tanpa orang lain.

Memantaskan diri untuk bisa mendapatkan yang diinginkan, teringat kata Kakak Ibe (Ilham Baharuddin) “Allah Swt tidak akan memberikan hal itu, bila dirimu sendiri tidak memantaskan dirimu untuk hal itu”. Terimakasih kanda, secercak cahaya kata-katamu berhasil mengubah paradigmaku yang berlebihan sehingga berusaha memantaskan diri untuk mendapakan yang lebih baik.

Pilihan, hidup adalah pilihan dan tak ada yang dapat menyalahkan pilihan itu. Teringat kata Kak Fajar (Rahmat Fajar Asis) “Tidak ada pilihan yang salah ataupun benar, yang ada hanyalah konsekuensi dari pilihan itu dan konsekuensinya sendiri kita sendiri yang memilih mau tetap bersedih akan konsekuensi itu atau tetap seperti itu saja tanpa ada tindakan nyata”. Terimakasih kanda, itu membuat saya berusaha menimbang sesuatu hal yang harus saya lakukan.

Iman, yach semua harus dilandaskan dengan iman agar Allah Swt selalu berada dekat dengan diri. Allah Swt memang ada dekat, jauh lebih dekat dari urat nadi tapi bila iman tak kuat akan membuat diri merasa jauh dari-Nya hingga bisa lupa dengan-Nya dan hanya mengingat dunia. Teringat kata-kata dari seorang kakak, Kak Salim (Soma Salim Sain) namanya “Shalat-shalat.. dunia ji itu” begitulah kata yang selalu terulang disaat saya dan beberapa yang lain sibuk dengan urusan dunia sedangkan waktu shalat sudah tiba.

Ada juga Kak Najib (Ainun Najib Al-fatih) yang berkata disaat rapat dan meminta do’a agar kegiatan bisa dilaksanakan sedangkan saya dan lain malah meneruskan kegiatan tanpa langsung menghentikan kegiatan untuk melaksanakan ibadah shalat lima waktu. Kak Najib berkata “Katanya mau dido’akan kegiatan dimudahkan tapi sudah waktu shalat kenapa tidak dihentikan dulu untuk shalat berjamaah”. Yach benar banget, kata-katanya kakak-kakak ini buat diri sendiri sadar kalau dunia itu tidak lebih penting dari ridho Allah Swt yang bisa membuat dunia jauh lebih mudah bila diri dekat dengan-Nya.

Jaga diri, itu penting banget dalam menjalani hidup yang keras ini seperti kata-katanya Kak Ma’ruf (Ma’ruf M Noor) “Keras memang hidup”. Bersyukurlah saya karena mempunyai seorang bidadari yang sempurna untuk anak seperti saya dari Allah Swt, bidadari itu adalah mama saya. Bidadari yang selalu menjaga saya dan mengingatkan saya untuk selalu menjaga diri saya “Jaga diri baik-baik” begitulah katanya. Maklum saya jarang banget di rumah, bidadari saya sudah memberikan kepercayaan yang besar buat saya. Jadi, tak akan saya buat bidadari itu terluka ataupun kecewa dengan kepercayaan penuh yang diberikannya pada saya. I Love You So Much Mom, You’re my Everething, You Is The Best, Anna Uhibbuki Fillah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar